Buya KH. Amiruddin MS Sampaikan Tausiah “Maghfirah wal Jannah” di RSUD Pirngadi Medan

Medan, 19 Februari 2026 – Memasuki hari pertama Ramadhan 1447 H, Kamis (19 Februari 2026), suasana religius terasa khidmat di Masjid Ibnu Sina, yang berada di lingkungan Rumah Sakit Pirngadi Medan. Kegiatan diawali dengan pelaksanaan shalat Zuhur berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Buya KH. Amiruddin MS.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Plt. Direktur Utama RS Pirngadi Medan, dr. Mardhohar Tambunan, M.Kes., Ketua BKM Masjid Ibnu Sina, serta para staf, pegawai, dan jamaah yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan di awal bulan suci ini.
Dalam tausiahnya yang bertajuk “Maghfirah wal Jannah (Forgiveness and Heaven) – Ampunan dan Surga”, Buya menegaskan bahwa ampunan merupakan kebutuhan mendasar setiap manusia, karena pada hakikatnya semua manusia berdosa, kecuali para nabi dan rasul.
Beliau menjelaskan bahwa manusia berpotensi melakukan dosa karena adanya hawa nafsu yang cenderung mengarah pada jalan negatif, sebagaimana diisyaratkan dalam Al-Qur’an (QS. Yusuf: 51). Selain itu, visi dan misi manusia sebagai khalifah di bumi juga mengundang kecemburuan iblis, yang sejak awal berusaha menyesatkan manusia sebagaimana kisah godaan memakan buah khuldi.
Dalam realitas kehidupan dunia, lanjut beliau, pesona dunia kerap menjebak manusia untuk meraihnya dengan menghalalkan segala cara. Ketidakpuasan dan dahaga keserakahan yang tak berujung semakin menjauhkan manusia dari nilai-nilai ketakwaan.
Namun demikian, Buya menegaskan bahwa kasih sayang Allah SWT jauh lebih besar dari dosa hamba-Nya. Di bulan suci Ramadhan, Allah menyediakan ampunan seluas-luasnya. Ramadhan menjadi puncak momentum yang dihamparkan selama satu bulan penuh agar manusia dapat meraih maghfirah secara total, mencakup dosa-dosa di masa lalu.
“Ramadhan adalah masa dan waktu yang Allah sediakan untuk meraih ampunan dengan leluasa,” ungkap beliau.
Di akhir tausiahnya, Buya menjelaskan perbedaan antara taat dan taubat. Ketaatan adalah jalan untuk semakin mendekat kepada Allah, sedangkan taubat adalah jalan untuk kembali kepada-Nya. Keduanya menjadi kunci untuk meraih maghfirah dan jannah.
Beliau pun mengajak seluruh jamaah untuk memanfaatkan Ramadhan yang suci, agung, dan mulia ini dengan memperbanyak taubat dan meningkatkan ketaatan, agar semakin taqarrub kepada Allah SWT dan kembali kepada fitrah.
Kegiatan tausiah di hari pertama Ramadhan tersebut menjadi penguat spiritual bagi seluruh jajaran RS Pirngadi Medan, sekaligus pengingat bahwa di tengah kesibukan pelayanan kesehatan, momentum Ramadhan harus menjadi ruang perenungan dan perbaikan diri menuju ampunan dan surga Allah SWT.